Review Film Rumah Merah Putih 2019

Film tentang sejarah indonesia biasa dibilang sudah cukup banyak dibuat oleh beberapa sutradara ternama. Hampir semuanya bisa dikatakan ada yang sukses dan tidak. Semua tetap berpengaruh dari pemilihan latar belakang tempat shoting, pemeran utama, pemeran pendukung, dan cerita di dalamnya. Bahkan setiap tahunnya, di Indonesia sendiri selalu ada film layar yang mengangkat tentang sisi perjuangan bangsa.

Dimana ini juga mempunyai tujuan untuk memberikan pelajaran kepada generasi bangsa tentang sebuah perjuangan bangsa ini, termasuk dalam meraih sebuah kemerdekaan. Salah satunya adalah datang dari film Rumah Merah Putih. Meski mengalami pro dan kontra, namun pembuatan film ini tetap berjalan hingga sukses ditayangkan.

Film Rumah Merah Putih bisa dikatakan menjadi titik kembalinya Alenia Pictures dalam dunia perfilman indonesa, dimana hampir lima tahun vakum dan terakhir membuat film layar lebar yang berjudul Seputih Cinta Melati (2014). Film ini dibangun oleh Ari Sihasale dan berkolaborasi dengan rumah produksi Nia Zulkarnaen. Film  Rumah Merah Putih sengaja dirilis pada waktu momen liburan, dimana ini merupakan film untuk semua umur dan akan jauh lebih mudah diterima masyarakat.

Bercerita tentang sebuah persahabatan antara Farel Amaral dan Oscar Lopez, dimana mereka tinggal di perbatasan antara NTT dan Timor Leste. Bermula dari satu minggu sebelum memasuki perayaan hari 17 Agustus dan saat itu pula kaleng cat merah putih yag dimiliki Farel hilang. Karena merasa takut orangtua farel marah, Oscar bergegas membantu Farel untuk mencari uang.

Namun, masalahnya tidak cuma itu saja, cat yang Oscar beli juga salah warna. Mampukan dua sahabat ini, memiliki cat merah putih lagi sebelum Hari Kemerdekaan Indonesia? Untuk Anda yang ingin tahu jawabannya, bisa download film Rumah Merah Putih sekarang di layarkaca21, tetapi kami disini juga membagikan ulasan tentang film ini dan mungkin bisa And abaca sebelum menontonnya nanti.

Review Film Rumah Merah Putih 2019

Visualisasi pada mata pelajaran PKn

Untuk Anda sebelum melihat film ini, sebaiknya tidak perlu membuat ekspektasi terlebih. Pasalnya film ini ditujukan untuk semua umur, dan kedua alur ceritanya dibangung sangat sederhana. Dari awal film ini diputar, Anda akan melihat beberapa adegan dan dialog yang mungkin sering diajarkan dalam pendidikan. Saat  ada hal-hal yang berbau negatif, segera terbalaskan oleh hal-hal positif. Contohnya saat ada anak yang berupaya menghasut untuk berbuat buruk, namun terdapat anak lainnya yang berusaha mencegah.

Konflik yang dibangun tidak begitu mendalam

Tidak hanya melihat dari sisi perbuatan, namun pendidikan karakter dalam film Rumah Merah Putih juga cukup baik melalui perkataan yang terus berulang-ulang tentang nasionalisme. Ya, hal-hal kebaikan yang terdapat dalam buku PKn ada tayang di film satu ini. Bisa dibilang film ini, memang ditujukkan khusus untuk semua umur, jadi konflik yang dibangun tidak mendalam. Namun terdapat  juga konflik dengan solusi permukaan. Contohnya tentang perjuangan kembalikan kaleng cat merah putih atau perjuangan mengembalikan dompet milik orang. Jika lebih intents maka, akan terasa sangat mendalam dan juga mengena.

Debut dari karakter pemain tercapai

Ari Sihasale sebagai sutradara mungkin harusnya berikan unsur komedi dan drama yang lebih natural, melalui karakter pemainnya. Debut perdana dari pemeran baru, seperti Petrick Rumlaklak yang berperan sebagai Farel, dan Amori De Purivicacao disini sebagai Oscar Lopez. Keduanya memang bisa dibilang cukup natural khas anak-anak NTT yang sangat polos. Ditambah lagi adanya aktor Dicky Beatbox Tatipikalawan menjadi Oracio Soares, dimana semakin menambah keseruan film ini.

Visual Khas Alenia Pictures

Selalu ada yang menarik dari film-film produksi atau buatan Alenia Pictures yaitu dimana aka nada pemandangan alamnya. Seperti dalam beberap film rilisnya yaitu Senandung di Atas Awan (2006), film King (2009), film Tanah Air Beta (2010), dan di film Timur Matahari (2012), yang terakhir ada di Rumah Merah Putih. Penonton akan diajak untuk melihat keindahan Indonesia dan tidak hanya memberi tahu Indonesia bukan ada di Jakarta dan Pulau Jawa. Warna-warna alam yang menghiasi sepanjang film ini akan membuat Anda terkagum-kagum.